afs

Kembali

Tuesday, August 11, 2015
By Ellen Livia - 9:50 AM

Musim Gugur

Musim dingin

Musim Semi




Pagi ini aku terbangun, aku memandang langit-langit kamarku dan terpampang bendera merah putih di atas kepalaku. Kulihat jua lemari tepat diseberang pandanganku. Aku menyadari bukan tembok pink atau hijau lagi yang kulihat di sekeliling, bukan kamar yang biasa aku tempati. Ada piala cross country terpajang di sana, dengan bingkai foto keluargaku di samping. Disusul bendera Bob Marley milik hostdad ku tergantung di lemari buku kecil di sudut pintu.

Aneh..
Sudah hampir setahun lamanya aku di sini, ada rasa haru yang memuncak. Joule yang biasanya bersembunyi di bawah kasurku, duduk di pangkuanku. Kucing hitam berbulu lebat ini hanya bermain dengan ekornya. Kuelus kepalanya yang lembut. Hostmom mengetuk pintu kamarku seperti biasa. "Ellen", panggilnya. Ia datang dengan koper di sebelah kanannya memelukku selamat datang kembali. Aku menangis menyadari bahwa aku kembali ke rumah lainku, tempat dimana aku memiliki keluarga keduaku, bertemu orang baru-baru yang tentunya menjadi bagian dari hidupku. 


Aku menyadari bahwa itu hanyalah buah tidur. Aku terbangun di kamarku sesungguhnya dengan cat pink & hijau. Tidak ada lagi bendera Bob Marley tergantung di lemari buku. Tidak ada lagi lemari putih yang berada di seberang tempat tidurku. Mamaku membangunkanku dari mimpiku. Ikatan hubungan suatu tempat dan antar individual memang amat kuat. Sempat menyadari bahwa mimpi tersebut amat nyata.

Columbia, Maryland memang rumahku. Bandung dan Tangerang juga adalah rumahku. Tahun ini, aku mempunyai keluarga baru yang menyambutku dan membiarkanku menjadi bagian dari keluarga mereka dengan kasih yang setia. Aku bertemu banyak orang di lingkungan baik di sekolah yang membuatku menyadari bahwa banyak hal di dunia ini yang indah, terlebih perbedaan. Aku mengingat hari pertama menginjakkan kaki di Amerika Serikat, 12 Agustus 2014, tepat satu tahun lalu, kaki ini gemetar karena tak percaya buah perjuangan ini terbayar sudah, menandakan perjalanan baru dalam hidupku akan dimulai. Tak disangka sudah satu tahun lamanya.

Banyak orang bertanya apa yang aku rasakan mengenai kepulangan, semangatkah? Sedihkah? Atau menyesal? Tentu bercampur aduk. Aku bersyukur bahwa aku telah kembali bertemu dengan keluargaku dan teman-teman yang lama tak jumpa. Tapi tak dipungkiri bahwa rasa sedih itu ada.

Memang jika dipikir kembali, apakah yang lebih susah? Membangun kehidupan selama 16 tahun dan meninggalkannya untuk 1 tahun berkelana. Atau membangun kehidupan selama 1 tahun dan meninggalkan itu untuk selamanya.

Namun aku menyadari bahwa tidak ada hal yang konstan selamanya. Banyak aspek dalam hidup ini yang sementara. 

Mengutip kutipan dari Tere Liye,
" Bolehkah menyatakan kerinduan? 
Perasaan kepada seseorang?
Tentu saja boleh. 
Tapi jika kita belum siap untuk mengikatkan diri dalam hubungan yang serius, 
ikatan yang bahkan oleh negara pun diakui dan dilindungi, 
maka sampaikanlah perasaan itu pada angin saat menerpa wajah, 
pada tetes air hujan saat menatap keluar jendela, 
pada butir nasi saat menatap piring, 
pada cicak di langit-langit kamar saat sendirian dan tak tahan lagi hingga boleh jadi menangis. "

Disana, aku selalu mempunyai tempat untuk mengadu ketika merindukan keluarga dan teman-teman di tanah air. Jembatan ini terletak di dekat halaman belakang rumah host-family ku.

Dari musim gugur, musim dingin hingga musim semi, tampaknya berbeda. Ketiganya indah, namun kumenyadari bahwa keindahannya masing-masing bersifat sementara. Walaupun kondisinya berbeda, tetap memiliki makna tersendiri bagiku.


Banyak hal yang membuatku merasa kecewa. Tapi aku menyadari bahwa lebih banyak lagi hal yang membuatku tersenyum dan bersyukur akan apa yang terjadi.


PS : Aku sudah mulai menulis jurnal kembali di blog. Silahkan http://ciamique.blogspot.com/ 
link unicornflakes sudah tidak berlaku.

  • Share:

You Might Also Like

0 responses

leave your thoughts down here